
Sedikit kaget juga waktu menemukan artikel ini . Secara , dari judulnya aja udah ngajak perang banget . Tapi tunggu dulu .. jangan lanjutkan your negative thinking about this post , before you read it . Ok ! :)
Band pop-punk ini dibentuk di Franklin, Tennessee pada tahun 2004. Formasi awalnya, Hayley Williams (vokal / keyboard), Josh Farro (gitar / backing vocals), Jason Bynum (gitar ritem), Jeremy Davis (bas), dan Zac Farro (drum).
Pada tahun 2003, ketika Hayley Nichole William masih berusia 14 tahun, ia bertemu dengan dua kakak beradik Josh dan Zac Farro (yang kemudian menjadi gitaris dan drumer) di sekolah musik yang sama. Saat itu, cewek berambut pirang ini belajar vokal kepada Brett Manning. Sementara, Josh dan Zac belajar gitar dan bas. Williams dan Jeremy sendiri saat itu sudah tergabung dalam sebuah band bernama The Factory.
Jeremy dan Williams sendiri tak begitu tertarik jika kelak band “Paramore” diindentikkan dengan band cewek. Tapi, entah mengapa kekompakan di antara mereka akhirnya memberi satu kesepakatan untuk mulai bekerjasama dalam sebuah band yang kelak oleh media Inggris disebut sebagai proyek solo sang vokalis. Format musik mereka “ngerock” dengan unsur “punk melody” di dalamnya.
Nama “Paramore” sendiri dikutip dari nama gadis ibu Jeremy, yang berarti “secret lover”. Mereka pun akhirnya sering latihan di garasi rumah. Dan mulai menulis musik dan membuat debut. Namun pada 2005, Jeremy Davis digantikan oleh John Hembree, namun kembali diambil alih oleh Jeremy hingga sekarang. Formasi terakhir, masuknya Hunter Lamb dan Taylor York, semakin memperkaya musiknya.
Musik pertama yang mereka kerjakan bersama di awal kreatifitas mereka pada 2002, ialah “Conspiracy”. Lagu ini menjadi hits di pada debut pertama mereka ketika merilis “All We Know Is Falling”.
Mengejutkan, debutnya diawali dengan album “All We Know Is Falling”, yang dirilis pada 2005 dan “Riot!”, tahun 2007, membawa mereka meraih platinum di Amerika Serikat dan album emas di Inggris dan Irlandia. Dalam seminggu, album ini terjual sebanyak 42 ribu kopi. Itu masih di Amerika saja.
Album ini pun langsung melejit ke peringkat ke 30 pada Billboard’s Heatseekers Chart. Sayangnya, hits “Pressure” yang dibuatkan video klipnya oleh sutradara Shane Drake untuk promosi album ini dianggap tidak memberi efek apa-apa. Meski demikian, “Pressure” memiliki debutnya tersendiri karena juga dijadikan sebagai salah satu fitur soundtrack untuk “EA Games”, video game “The Sims 2”, Playstation 2 dan Xbox.
Yang terbaru, pada 25 November lalu, Paramore kembali merilis album ketiga mereka “The Final Riot!”, yang disertakan dengan DVD rekaman konser dan liputan mereka di belakang panggung, yang direkam di Chicago.
Paramore memulai konsernya di Amerika Serikat dengan menggelar tour keliling pada 2 Agustus 2006. Konser ini fantastsis karena setiap kali mereka tampil, setiap itu juga seluruh tiket yang terjual ludes diborong penonton. Mereka tampil dengan dukungan band This Providence, Cute Is What We Aim For, and Hit the Lights, pada saat tour terakhir di Nashville. Tahun itu sangat bersejarah bagi Paramore. Majalah musik Inggris, Kerrang!” menobatkan band ini sebagai “Best New Band”, sementara Williams dinobatkan sebagai “#2 Sexiest Female”, oleh pembaca majalah itu.
Tak hanya itu, pada tahun 2007, majalah musik terkemuka Inggris, NME, menulis artikel yang mengikutkan “Paramore” sebagai salah satu band “New Noise 2007″. Namanya kemudian mencuat lagi, Januari 2007, mereka tampil dengan versi akustik pada pembukaan pameran Warped Tour “Rock and Roll Hall of Fame”.
Pada konser ini, Williams tampil dengan busana seperti pada video klip “Emergency”, yang juga menjadi salah satu yang disertakan dalam pameran Rock and Roll Hall of Fame. Kembali, majalah “Kerrang!” menulis tentang Paramore dengan mengatakan bahwa Williams adalah motor utama di tubuh band itu.
Williams kemudian membantah hal itu dengan pernyataannya yang mengatakan bahwa artikel “Kerrang!” itu adalah sebuah kebohongan besar. Pernyataan itu ia nyatakan dalam situs komunitas LiveJournal, dengan memposting tulisan,”Tak satu pun fakta yang bisa dibenarkan di artikel itu,”
Debut Paramore menjadikan band ini makin sering dibicarakan. Juni 2007, Majalah Rolling Stone mendeklarasikan band ini sebagai “Ones to Watch”, “MTV Artists of the Week” pada Agustus kemudian, “Best Band Of 2007″ oleh pembaca majalah musik Alternative Press dan sempat dinominasikan pada ajang Grammy Award ke-50, tahun 2007, sebagai “Best New Artist”.
Namun, yang mengejutkan ialah pernyataan Joshua Martin di majalah musik Amerika, Alternative Press. Setelah wawancara dengan Williams, Martin menulis, “Paramore tidak hanya sebuah band ‘pop-punk girl’ dengan vokalis berambut merah yang bersikap gagah. Musik mereka seperti mereka sendiri, sesuai dengan usia muda mereka. Musik emo dengan sikap pemberontak kekanak-kanakan. Secara literar, Paramore bisa dikatakan sebagai band anak muda anti-Avril Lavigne.” Alternative Press menulis, Paramore mewakili band anak muda yang jujur.* (NME – Alternative Press – Paramore.Net – Wikipedia)
Selasa, 26 Mei 2009
PARAMORE -anti Avril Lavigne ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar on "PARAMORE -anti Avril Lavigne ?"
Posting Komentar